PRESPEKTIF SEJARAH BARISAN FIBONACCI DITINJAU DARI PERBANDINGAN BERBAGAI SUMBER SEKUNDERNYA
TUGAS SEJARAH MATEMATIKA
PRESPEKTIF SEJARAH BARISAN FIBONACCI
DITINJAU DARI PERBANDINGAN BERBAGAI
SUMBER SEKUNDERNYA
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A. dan Heru Sukoco, S.Si., M.Si.
Disusun Oleh:
Wikara Humasta
18305141056
Matematika E 2018
PROGRAM STUDI MATEMATIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020/2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak akan lepas dari matematika. Mulai
dari kehidupan di rumah, di pasar, di sekolah, maupun pada tempat-tempat lainnya.
Manusia akan selalu bersinggungan dengan berhitung. Mulai dari menghitung banyak
panenan, barang dagangan, dan lain sebagainya.Pada umumnya manusia berhitung
menggunakan angka, yaitu 1,2,3,... dan seterusnya. Bahkan sejak zaman batu, manusia
sudah mulai mengenal berhitung secara sederhana. Hingga pada akhirnya dengan
berjalannya waktu banyak ilmuan yang mulai menemukan berbagai teorema.
Dalam dunia matematika tidak akah terlepas dari bilangan. Berbagai jenis
bilangan sering dijumpai dalam matematika. Seperti bilangan real, bilangan asli, bilangan
cacah, bilangan rasional, bilangan kompleks, dan lain-lain. Bilangan-bilangan tersebut
dapat membentuk suatu pola. Pola-pola bilangan tersebut dapat berupa pola barisan
bilangan maupun pola deret bilangan. Pola deret bilangan dapat berupa deret aritmetika
atau deret geometri.
Barisan merupakan fungsi yang didefinisikan pada himpunan bilangan asli yang
daerah hasilnya merupakan himpunan bilangan real (Robert G. Bartle, 2011). Barisan
dapat dibuat dengan berbagai macam pola. Salah satunya barisan bilangan yang unik
adalah pola barisan bilangan Fibonacci. Akan tetapi tidak semua orang mengetahui barisan
unik tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah ditemukannya barisan Fibonacci?
2. Apakah barisan Fibonacci itu?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penulisan laporan ini adalah:
1. Mengkaji dan menjelaskan sejarah barisan Fibonacci secara sederhana
2. Mengkaji dan menjelaskan mengenai definisi dari barisan Fibonacci
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Barisan Fibonacci
Barisan bilangan Fibonacci ditemukan oleh seorang ahli matematika yang
bernama Leonardo Pisano, atau lebih dikenal dikenal dengan nama Fibonacci (1175-
1250). Leonardo Pisano lahir di Italia, akan tetapi beliau ikut ayahnya beerdagang ke
Aljazair. Hal tersebut membuat Leonardo lebih banyak berinteraksi dan mendapatkan ilmu
pengetahuan dari orang-orang Timur Tengah. Kemudian Leonardo kembali ke Pisa, Italia
sekitar tahun 1200. Lalu beliau menghabiskan waktu 25 tahun untuk menulis karya dari
apa yang telah dipelajari. Karya-karya Leonardo tersebut seperti Liber Abbaci (1202,
1228), Practica Geometriae (1220), dan Liber Quadratorum (1225).
Leonardo Pisano lebih dikenal dengan nama Fibonaci karena penemuannya yang
berupa Barisan Bilangan Fibonacci. Hal tersebut dikarenakan terdapat masalah paling
terkenal dari karyanya Liber Abbaci yaitu masalah mengenai kelinci yang dinyatakan
sebagai berikut:
“Fibonacci posed the following problem dealing with the number offspring of a
pair of rabits.
A man put the one pair of rabbits in a certain place entirely sorrounded by a wall. How
many pairs of rabbits can be produced from that pair in a year, if the nature of these
rabbits is such taht every mounth each pair bears a new pair which from the second month
on becomes productive?” (Burton, 2011)
Atau jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
“Fibonacci mengajukan masalah yang berhubungan dengan jumlah keturunan dari
sepasang kelinci.
Seorang pria menempatkan sepasang kelinci di tempat tertentu yang seluruhnya dikelilingi
oleh tembok. Berapa pasang kelinci yang bisa dihasilkan dari pasangan tersebut dalam
setahun, jika sifat kelinci tersebut setiap bulan setiap pasangan melahirkan pasangan baru
yang mulai bulan kedua menjadi produktif?” (Burton, 2011)
Berdasarkan masalah tersebut dan tidak ada kelinci yang mati, maka pada bulan
pertama terdapat sepasang kelinci awal melahirkan sepasang kelinci baru, sehingga
terdapat 2 pasang kelinci. Pada bulan kedua, pasangan kelinci pada bulan pertama tersebut
melahirkan sepasang kelinci baru, sehingga terdapat 3 pasang kelinci. Pada bulan ketiga, 3
pasangan kelinci pada bulan kedua, melahirkan 2 pasang kelinci baru, sehingga terdapat 5
pasang kelinci. Pada bulan keempat, 5 pasang kelinci pada bulan ketiga melahirkan 3 pasang kelinci baru, sehingga terdapat 8 pasang kelinci. Begitu seterusnya. Sehingga dapat
dibuat tabel sebagai berikut.
Gambar 1. Gambar Pertumbuhan Koloni Kelinci
(Burton, 2011)
Terlihat bahwa pasang kelinci yang dilahirkan dari pasangan tersebut mulai dari
bulan pertama adalah 1, bulan kedua adalah 1, bulan ketiga adalah 2, bulan keempat
adalah 3, bulan kelima adalah 5, dan seterusnya hingga bulan ke 12 adalah 144. Sehingga
pasangan kelinci yang dilahirkan setiap bulannya membentuk sebuah barisan yaitu
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144.
Akan tetapi barisan tersebut tidak diberi nama oleh Leonardo. Pada abad ke-19
muncul seorang matematikawan dari Perancis bernama Lucas. Lucas inilah yang
memperkenalkan barisan karya Leonardo tersebut dengan nama barisan Fibonacci. Lucas
mengembangkan suatu barisan yang mempunyai sifat seperti barisan Fibonacci. (Mira
Mustika, 2019)
B. Barisan Fibonacci
Barisan merupakan fungsi yang didefinisikan pada himpunan bilangan asli
ℕ = {1,2,3, … } yang daerah hasilnya merupakan himpunan bilangan real (Robert G.
Bartle, 2011). Bentuk umum barisan bilangan adalah 𝑥𝑛 dengan 𝑛 = 0,1,2,3, … , 𝑛 (Berndt
& Brualdi, 2009)
(Samson Manalu, Mashadi, 2015) mendefinisikan jika {𝑥𝑛 } adalah barisan
Fibonacci jika suku berikutnya merupakan hasil penjumlaham dari dua suku sebelumnya.
Sehingga bentuk umum dari barisan bilangan Fibonacci adalah sebagai berikut:
𝐹1 = 𝐹2 = 1
𝐹𝑛 = 𝐹𝑛−1 + 𝐹𝑛−2 untuk 𝑛 ≥ 3
Barisan Fibonacci merupakan barisan bilangan yang cukup mudah dikenali
karena keunikannya. Hal tersebut dikarenakan suku pertama dan kedua barisan fibonacci
adalah 1, suku ketiganya adalah 2 yang berasal dari penjumlahan 2 suku sebelumnya, yaitu
suku pertama dan suku kedua, suku keemaptnya juga merupakan penjumlahan 2 suku
sebelumnya yaitu suku kedua dan suku ketiga sehingga suku keempatnya adalah 3, begitu
seterusnya. Sehingga pola barisan bilangan fibonacci adalah sebagai berikut
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,...
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Barisan Fibonacci merupakan hasil penelitian Leonardo Pisano mengenai
perkembangbiakan sepasang kelinci. Berdasarkan penelitian tersebut Leonardo
menemukan sebuah pola barisan yang unik. Dimana suku pertama dan kedua barisan
tersebut adalah 1, kemudian suku ketiga dari barisan tersebut adalah 2 yang berasal dari
penjumlahan suku pertama dan kedua, lalu untuk suku keempat barisan tersebut adalah 3
yang berasal dari penjumlahan suku kedua dan suku keempat, begitu seterusnya sampai
didapat suku yang dicari. Dengan kata lain barisan Fibonacci merupakan barisan yang
suku berikutnya merupakan hasil penjumlaham dari dua suku sebelumnya. Sehingga
secara umum barisan Fibonacci adalah sebagai berikut
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55, …
B. Saran
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menggunakan dasar-dasar pada
matematika. Seperti penggunaan pola-pola barisan untuk memperkirakan jumlah pada
suatu masalah tertentu. Sehingga dengan adanya pola-pola barisan tersebut seperti barisan
Fibonacci dapat mempermudah dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Untuk menyempurnakan tercapainya tujuan penelitian disarankan untuk mencari
sumber-sumber lain yang dapat menunjang penelitian ini. Sehingga dapat memperkuat
argumen-argumen. Serta penulis menyadari bahwa penelitian ini masih banyak kesalahan
dan jauh dari kesempurnaan. Sehingga diperlukannya kritik dan saran mengenai penelitian
ini untuk memperbaiki penelitian ini dan selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Berndt, B. C., & Brualdi, R. A. (2009). Introductory Combinatorics fifth Edition.
https://doi.or
/10.2307/2320280
Burton, D. M. (2011). The History of Mathematics. In University of New Hampshire.
https://doi.org /10.1063/1.3060495
Mira Mustika, W. (2019). BEBERAPA IDENTITAS BARISAN FIBONACCI DAN LUCAS.
Robert G. Bartle, D. R. S. (2011). Introduction to Real Analysis Fourth Edition. In University
of Illinois, Urbana-Champaign.
Samson Manalu, Mashadi, R. P. (2015). SIFAT-SIFAT FUNGSI FIBONACCI PADA
BILANGAN FIBONACCI. Journal of Chemical Information and Modeling, 2(9)
Komentar
Posting Komentar