Sinopsis Novel "Napak Tilas Para Hantu"












Judul               : Napak Tilas Para Hantu

Pengarang     : Hilman dan Boim    
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta




                Cerita tentang keluarga hantu pemalas. Hantu pemalas itu adalah Luyut. Luyut adalah anak dari Pak Nates dan Bu Kanalitnuk. Kakaknya bernama Silbi. Keluarga itu tinggal di gudang tua. Luyut suka memakan makanan manusia dan bermain perminan anak manusia. Tetapi itu adalah hal yang tabu bagi para hantu. Pak Nates dan Bu Kanalitnuk takut karena, tingkah laku luyut tidak seperti hantu remaja lainnya. Lalu Luyut dibawa orang tuanya ke hantu Ramalio, seorang psikiater hantu. Tetapi sampai di sana Luyut malah menakut-nakutinya dengan cara tersenyum-senyum sambil menjulur-njulurkan lidahnya “Hiii…”. Ternyata hantu Ramalio penakut. Ia meminta orang tua Luyut membiarkan perilaku Luyut, karena Luyut sedang berada pada masa puber. Alhasil, tingkah laku Luyut semakin menjadi-njadi untuk menirukan tingkah laku manusia.
Silbi yang mengetahui hal ini, ingin mengajak Luyut ikut napak tilas di kota untuk memperingati perjuangan para hantu yang telah memperjuangkan keberadaan para hantu. Luyut yang tadinya enggan untuk ikut, tiba-tiba menjadi sangat bersemangat, karena ia berfikir ini adalah kesempatan yang baik untuk bergaul dengan anak manusia. Para karang taruna yang diketuai oleh Silbi dan pacarnya Alukard telah sampai di kota. Mereka berpencar dan bermaksud untuk menakut-nakuti setiap manusia yang mereka temui. Mereka diberi waktu 1 malam untuk kemudian kebali ke perkampungan hantu. Luyut, Silbi dan Alukard sampai ke rumah seorang anak yang bernama Dimis Dimitris. Ia tinggal di rumah sendirian karena orang tuanya sedang pergi ke luar kota. Luyut diberi tugas oleh kakaknya untuk segera menakut-nakuti anak tersebut, tetapi ia tidak ingin melakukannya. Ternyata Silbi dan Alukard juga ingin menakuti anak itu, tetapi digagalkan oleh Luyut dengan meniru berbagai macam suara manusia. Setelah hari muai menjelang pagi, para hantu segera pulang ke perkampungan hantu. Sesampainya di sana, ternyata Luyut tidak ikut pulang, ia tinggal di rumah anak kecil tadi dan berkenalan dengannya. Anak itu sangat pmberani, ia tiadak takut ketika Luyut menampakkan wajahya. Karena wajah Luyut imut, membuat Dimis malah tertawa terbahak-bahak. Dimis juga mencoba megenalkan teman hantunya itu kepada orang tuanya, namun mereka tidak percaya.
Suatu malam datang rombongan para hantu yang dipimpin oleh Silbi dan Alukard untuk membawa Luyut pulang ke rumah. Namun hal itu tak semudah yang mereka kira. Luyut dan Dimis melawan mereka dengn menggunakan mainan-mainan yang dimiliki oleh Dimis, mirip seperti film Home Alone yang ada di TV. Dengan cara itu mereka berhasil mengusir hantu-hantu yang ingin membawa Luyut pulang. Persahabatan mereka dipandang sebagai hal yang aneh bagi rang tuanya Dimis. Mereka berfikir bahwa anaknya terlalu sering menonton film horror ketika ditinggal pergi. Sehingga membuat Dimis berimajinasi terlalu jauh. Orang tua Dimis bermaksud untuk mengajak Dimis pindah ke luar kota, supaya tidak sendirian di rumah. Sebenarnya Dimis ingin mengajak Luyut untuk ikut pindah ke luar kota. Tetapi Luyut menolaknya karena luar kota itu jauh dan ia juga pasti merindukan keluarganya. Akhirnya Luyut memutuskan untuk pulang dan Dimis memberikan sebuh mobil remot control sebagai kenang-kenangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel Best Friend Forever karya Khansa Akifah

Resensi Novel Terjemahan "Does My Head Look Big in This?"