Resensi Novel Terjemahan "Does My Head Look Big in This?"


JILBABKU, AGAMAKU


Judul asli           : Does My Head Look Big in
This?
Judul Indonesia : Memangnya Kenapa Kalau
Aku Pakai Jilbab?
Pengarang         : Randa Abdel-Fattah
Penerjemah        : Alexandra Kirana
Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit       : Juli 2007
Kota terbit         : Jakarta
Jumlah halaman  : 352
Harga buku       : Rp 175.000,00

              Novel ini bercerita tentang kehidupan seorang gadis remaja keturunan Palestina di Australia yang beragama muslim. Gadis itu bernama Amal Mohamed Nasrullah Abdel-Hakim. Ayahnya seorang dokter dan ibunya seorang dokter gigi. Ia adalah seorang siswi kelas 12 di McCleans Grammar School, sebuah sekolah bergengsi di Australia yang budayanya dijaga turun temurun dengan ketat.
              Beberapa hari sebelum liburan semester dua berakhir, ia mendapatkan pencerahan untuk menutup auratnya yaitu rambutnya dengan berjilbab. Ia inggin memakan jilbabnya full time, termasuk saat berada di sekolah. Cemas dan takut ia rasakan, tetapi ia tetap berani untuk menjalankan keputusannya. Orang tuanya yang religius tetapi berpikiran terbuka sangat mendukung keputusannya untuk berjilbab, tetapi merasa khawatir dengan reaksi dan tekanan dari orang lain dan lingkungannya. Namun karena orang tuanya paham bahwa niat anaknya berjilbab karena perintah agama dan tanpa paksaan maka mereka mendukungnya.
              Tepat hari pertama masuk sekolah semester 3. Ia benar benar menjalankan keputusannya untuk berjilbab full time termasuk di sekolahnya. Pertama ia harus menghadapi kepala sekolahnya dan menjelaskan keputusan besar yang telah diambilnya. Ia berpikir Ms.Walsh, kepala sekolahnya akan memarahinya karena telah merusak kesisiplinan yang telah dijaga di sekolanya. Selanjutnya ia akan menghadapi berbagai reaksi teman-temanya di kelas maupun di lingkungan sekolahnya. Setelah orang tuanya diminta datang ke sekolah, akhirnya ia diperbolehkan memakai kerudung di sekolah dan menjadi satu satunya siswa yang memakai kerudung di McCleans.
              ADV adalah kompetisi debat negara bagian. Topik debat beragam. Ia ingin mengikuti kompetisi tersebut, tetapi ia tidak yakin untuk tampil di depan orang-orang kaya dari berbagai sekolah swasta. Kemidian Bibi Cassandra menyemangatinya, “Bertahanlah. Jadilah diri sendiri dan siapa peduli dengan mereka yang lain, InsyaAllah”. Selain itu Adam, laki-laki terganteng di McCleans merayunya agar mengikuti kompetisi tersebut. Dan pada akhirnya ia masuk ke babak final. Adam berkata, “Ada sesuatu yang lain melintas dipikiranku saat pertama melihatmu dengan kerudung, kau kelihatan kayak orang fanatic yang cukup cantik!”, (hal.149) kata-kata itu membuatnya melayang.
              Saat liburan tengah semester, ia mengerjakan tugas dan diselingi telepon dan chat yang panjang dengan Adam. Namun, ia tidak ingin Adam tahu bahwa dirinya menyukai Adam. Karena menurutnya, pertemanan yang sangat dekat lebih indah daripada menjadikannya pacar. Saat menghadiri acara pesta ulang tahunnya Adam, ia menolak saat diajak bermesraan dengan Adam. Sejak saat itulah hubungannya dengan Adam tidak lagi baik. Tidak ada lagi telepon dan chat berisi obrolan-obloran panjang. “Aku tidak bodoh, aku tahu aku menolaknya dan ia marah padaku karena ia mencoba menyelamatkan harga dirinya. Menyerang kepercayaanku adalah cara mudah untuk menyembunyikan fakta bahwa pada dasarnya ia mencoba mencium dan aku bergerak menjauh.” (hal 252). Ia menjadi sadar, “Apa gunanya mematuhi agamamu diluar, kalau kau tidak mengubah apa yang ada didalam, yaitu hal yang sesungguhnya benar-benar berarti. Aku sudah menipu diriku sendiri. Memakai jilbab bukanlah akhir perjalanan. Itu hanya awalnya. “ (hal 323). Ia berhasil melewati masa tidak mengenakkan itu dan mengalihkan energy fokus pada masa depannya.
              Akhir novel ini, Amal mendapatkan semangat dari dirinya sendiri bahwa ia adalah muslim. “Aku adalah kata sifat yang beraneka warna. Cerita-cerita, konfrontasi, rasa sakit, dan kebahagiaan, merekalah yang suda menguatkanku untuk mengenal diriku sendiri, menantangku menerima identitas sebagai gadis muda Australia-Palestina-Muslim” (hal 348).
              Novel ini sangat inspiratif bagi muslimah agar bisa menjalankan perintah agama dalam berjilbab dan berperilaku. Karena novel ini menceritakan kisah hidup seorang gadis remaja muslim yang tinggal di daerah mayoritas non-muslim yang ingin taat pada perintah agama. Dengan penuh keberanian ia memutuskan untuk menjalankan perintah agama dalam berjilbab dan melepaskan laki-laki yang disukainya demi agamanya, kerudung, dan harga dirinya. Novel ini juga dapat meninspirasi para remaja muslim putri bahwa menjadi remaja bukan berarti lupa dengan identitas agamanya, bahkan jika menjalankan perintah agama maka kita akan tetap eksis dan berprestasi serta mendapatkan apa yang jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan dan inginkan.
              Novel ini menceritakan keraguan terus menerus yang dialami Amal untuk menggunakan jilbab sehingga kurang member kesan tentang keyakinan dari hati Amal untuk berjilbab. Selain itu bagian akhir novel ini tidak menceritakan dengan jelas apa akhir dari cerita novel ini, sehingga saya sebagia pembaca sedikit bingung dan tidak memahami akhir cerita novel ini. Selain itu novel ini juga tidak dilengkapi daftar isi, sehingga pembaca sering bingung jika ingin menuju pada salah satu inti cerita dalam novel tersebut.



buku resensi: novel "Does My Head Look Big in This?"dari perpustakaan UNY

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Novel "Napak Tilas Para Hantu"

Resensi Novel Best Friend Forever karya Khansa Akifah