Penulisan Buku

 TUGAS SEJARAH MATEMATIKA

Refleksi Kuliah Kedelapan Sejarah Matematika

Oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.

15 April 2021

 

Sebaik-baik orang berilmu adalah jika ilmu yang dimiliki oleh orang tersebut bermanfaat untuk orang lain. Terlebih lagi jika ilmu tersebut diajarkan dan digunakan oleh orang banyak. Maka dari itu seorang yang berilmu harus menyampaikan dan mengajarkan ilmu yang dimiliki pada orang lain. Akan tetapi ilmu yang disampaikan kepada orang lain dan pada khalayak umum harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sehingga seseorang tersebut akan menyampaikan ilmu yang benar-benar dipelajarinya dan berdasar pada sumber-sumber yang terpercaya.

 

Salah satu cara untuk menyampaikan dan menyebarkan ilmu kepada orang lain dan khalayak umum adalah dengan membuat sebuah buku. Dengan dibuatnya sebuah buku orang lain akan semakin mudah untuk mendapatkan ilmu. Sehingga dengan kemudahan dalam mendapatkan buku maka akan mencerdasakan kehidupan bangsa dan memperbaiki pendidikan yang ada di Indonesia.

 

Dalam penulisan buku terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi. Dikutip dari materi Pendidikan dan Latihan Penulisan Buku Pelajaran bagi Guru SMP yang disampaikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. berikut adalah aturan-aturan dalam penulisan buku.

 

Terdapat beberapa landasan dalam penulisan buku. Landasan-landasan tersebut adalah landasan spiritual, landasan filosofis, landasan ideologis, landasan paradigmatis, dan landasan psikologis. Landasan spiritual merupakan landasan yang paling tertinggi karena merupakan landasan yang berupa ibadah dan ladang amal. Landasan filosofis merupakan landasan yang bertujuan untuk membangun ilmu pengetahuan. Landasan ideologis merupakan landasan yang berdasarkan dengan ideologi Bangsa Indonesia yaitu Pancasila, sehingga landasan ideologis dalam penulisan buku bersesuaian dengan Pancasila yaitu mencerdaskan bangsa, mempertahankan Pancasila dan NKRI. Landasan paradigmatis dalam penulisan buku bertujuan untuk memfasilitasi/melayani peserta didik untuk belajar/membangun ilmu pengetahuan khususnya konsep matematika. Landasan psikologis dalam penulisan buku adalah untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam belajar matematika maupun pelajaran yang lain, karena sumber belajar bukan hanya dari guru.

 

Terdapat beberapa prinsip penulisan buku terks. Prinsip yang pertama adalah mutakhir atau terbaru. Diharapkan pada era modern ini buku teks juga dapat diakeses melalui media digital. Penulisan buku juga harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan. Prinsip yang ketiga dalam penulisan buku adalah berpusat pada siswa atau dengan kata lain buku tersebut membuat siswa menjadi aktif dan interaktif dengan aktivitas yang ada dalam buku tersebut. Prinsip selanjutnya adalah menjadikan siswa untuk belajar mandiri dan kerjasama. Selain itu mengajarkan siswa akan belajar merupakan sebuah proses dengan sumber belajar yang bervariasi. Prinsip penulisan buku selanjutnya adalah membuat kegiatan dalam buku tersebut bervariasi dan media buku tersebut juga harus bervariasi. Tidak kalah pentingnya dalam penulisan buku juga harus bersifat formal, karir, pangkat, dan jabatan penulis juga harus dipertimbangkan untuk mendapatkan buku yang berkualitas. Sehingga dengan adanya penulis yang berkualitas akan menjadikan buku terssebut valid, akuntabel, dan ilmiah.

 

Gagasan atau ide dalam penulisan buku bisanya muncul dari kebijakan pemerintah maupun Kementrian Pendidikan atau Dinas Pendidikan, karena adanya kebutuhan akan suatu buku yang akan digunakan untuk bahan ajar. Selain itu penerbit juga sering mencari penulis untuk menulis suatu buku yang sedang dibutuhkan pada masyarakat umum. Seorang penulis terutama guru juga sering menulis sebuah buku untuk memudahkan siswa dalam belajar. Selain itu dalam kelmpok guru atau MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) juga sering menulis sebuah buku untuk bahan ajar yang memudahkan siswa dalam belajar.

 

Teknis penulisan buku terdiri dari tiga tahap yaitu yang pertama adalah pembuatan draf pertama, kemudian draf kedua atau review dan revisi, dan yang terakhir adalah final atau aplikasi. Dalam tahap pertama yaitu pembuatan draft pertama adalah penulisan materi buku yang dilakukan oleh penulis. Untuk tahap kedua adalah pembuatan draft kedua atau melakukan review dan revisi pada draf pertama yang dilakukan oleh penulis dan editor. Dan tahap terahir adalah final atau aplikasi yang dilakukan oleh editor dan publisher.

 

Pada era digital ini tidak ada kata sulit dalam membuat sebuah buku. Hal tersebut dikarenakan telah tesedia berbagai aplikasi untuk membuat suatu buku, salah satunya adalah InDesign. Dengan adanya InDesign ini memudahkan penulis maupun editor dalam membuat dan merancang tampilan buku sesuai dengan yang diinginkan. InDesign telah  dilengakapi dengan berbagai fitur-fitur, sehingga membuat tampilan buku lebih menarik dan dapat menarik perhatian siswa untuk belajar. Selain itu juga terdapat fitur tutorial untuk menggunakan beberapa fitur dalam InDesign sehingga kita tidak kesulitan dalam menggunakan InDesign.

 

 

Terima kasih.
Ditulis oleh: Wikara Humasta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Novel "Napak Tilas Para Hantu"

Resensi Novel Best Friend Forever karya Khansa Akifah

Resensi Novel Terjemahan "Does My Head Look Big in This?"