Bagaimana Menulis Sejarah?

 

Refleksi Kuliah Kesembilan Sejarah Matematika

Oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.

22 April 2021

 

Bagi orang awam sejarah merupakan realita masa lampau. Tetapi pada kenyataannya bukan demikian, karena terdapat beberapa persoalan. Persoalan paling mendasar sejarah termasuk sejarah matematika adalah menyangkut hidup dan dunia, maka disamping mendalam juga meluas. Dalam mempelajari sejarah hal yang paling sulit adalah mengungkap realita yang bergitu banyak. Dikarenakan terlalu banyak, membuat sebagian orang tidak mampu mengungkap semuanya. Sehingga orang tersebut harus memilih mana yang akan diungkap dan ditulis dalam sebuah karya. Berdasarkan hal tersebut terdapat sejarah yang ditulis tetapi juga terdapat sejarah yang tidak ditulis.

 

Dimensi paling tertinggi dalam sejarah adalah dimensi spritualitas yaitu berupa ibadah. Dimensi selanjutnya adalah filsafat. Pada dimensi filsafat bertujuan untuk membangun suatu ilmu atau dengan kata lain sejarah matematika sebagai suatu ilmu. Hakikat keilmuan terdapat 2 yaitu takdir dan ikhtiar. Sejarah merupakan takdir karena sudah terjadi. Menulis sejarah merupakan suatu ikhtiar. Sehingga secara ontologis sejarah, menulis buku sejarah matematika merupakan seorang yang sedang berikhtiar dalam menulis takdir. Kemudian dalam perjalanan filsafat, terdapat bermacam-macam orang yang dapat menulis sejarah matematika. Dimensi ketiga sejarah adalah psikologi. Psikologi matematika merupakan pikiran yang murni. Pikiran murni matematika ada 4 macam, yaitu sintetik, aposteriori, analitik, dan apriori. Sintetik merupakan hukum sebab akibat peristiwa alam. Dalam sejarah matematika sintetik merupakan hukum sebab akibat artefak satu ke artefak yang lain, tokoh satu ke tokoh yang lain, rumus satu ke rumus yang lain, serta temuan satu ke temuan yang lain. Dalam level tertinggi, sintetik merupakan pikiran dari seorang individu mengenai hukum sebab akibat. Sehingga sintetik dapat dikatakan sebagai hubungan antar presepsi. Aposteriori merupakan paham setelah melihat artefaknya. Analitik merupakan logika atau aliran konsep yang saling terhubung

 

Dalam perkembangannya muncullah metode-metode dalam menulis buku sejarah. Seperti metode saintifik dalam hal menulis buku sejarah matematika. Metode saintifik yang digunakan dalam menulis buku sejarah matematika adalah dengan mencari data melalui sumber sekunder biasanya berupa artefak, kemudian dicari penjelasannya mengenai artefak tersebut, lalu dianalisis modelnya, dan dicari kemanfaatannya. Dari sisi ontologi atau hakiki melakukan riset mengenai artefak akan menghasilkan metafisik artefak sejarah matematika. Karena terdapat metafisik maka setiap orang bisa menafsirkan secara berbeda.

 

Dalam filsafat terdapat 3 pilar, yaitu pilar makna atau hakikat, pilar metode, dan pilar manfaat, etik(benar dan salah) dan estetika atau keindahan. Metode penulisan sejarah merupakan metode berbasis riset, yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber.

Sehingga dalam menulis sejarah seharusnya terdapat artefak sebagai data, karena akan terpenuhi secara hakikat. Sehingga secara ontologis sejarah matematika akan dituilis bermacam-macam walaupun dengan judul yang sama. Secara manfaat, dalam menulis sejarah harus ada manfaatnya. Sedangkan secara estetika dalam menulis sejarah juga mempertimbangkan keindahan, karena orang yang akan membaca buku mengenai sejarah matematika akan lebih tertarik jika gambar-gambar yang disajikan berwarna dan menggunakan tata letak atau penulisan yang baik.



Terima kasih.

Ditulis oleh: Wikara Humasta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Novel "Napak Tilas Para Hantu"

Resensi Novel Best Friend Forever karya Khansa Akifah

Resensi Novel Terjemahan "Does My Head Look Big in This?"