Sumber atau Referensi dalam Karya Sejarah
Refleksi Kuliah Keempat Sejarah Matematika
Oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
18 Maret 2021
Menuntut ilmu
adalah kewajiban bagi setiap orang. Ilmu merupakan sesuatu yang nyata dan
logis, serta diikuti oleh spiritual sebagai velue. Dalam menuntut ilmu harus
memenuhi tiga unsur yaitu hakikat, metode, dan velue. Ketiga unsur tersebut
harus valid dan absah sehingga dapat dipercaya.
Dalam membangun
keilmuan yang absah dilakukan oleh para guru besar atau dalam tingkatan doktor
keatas. Hal tersebut dikarenakan para doktor ke atas sudah melakukan banyak
riset serta menciptakan berbagai karya ilmiah yang valid dan absah.
Terdapat dua
sumber dalam sejarah yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer
merupakan sumber asli seperti artefak-artefak. Sedangkan sumber sekunder
merupakan karya sejarah yang dibuat oleh sejarawan yang telah teruji validitas
serta keabsahannya. Akan tetapi sumber sekunder ini dapat juga disebut tersier,
quarter, dan seterusnya karena pengambilan sumber berasal dari sumber
sebelumnya yang bukan sumber primer atau asli.
Dalam membuat
karya atau riset sejarah dibutuhkan sumber primer maupun sekunder. Sumber tersebut
harus dicantumkan dalam karya yang telah ditulis agar terhindar dari plagiat. Sumber
atau referensi harus lebih dari satu sumber karena jika hanya dengan satu
sumber dapat menyebabkan plagiat. Jika menggunakan dua atau lebih sumber harus
melakukan sintesis.
Dalam menulis
karya ilmiah harus berkualitas. Jika menggunakan sumber atau referensi harus
menggunakan refrensi atau sumber sekunder harus memperhatikan kualitas
penulisnya. Sehingga sangat diperlukan untuk menulis sumber serta mengetahui
kualitas penulisnya. Dalam tingkatannya penulis dibagi menjadi tiga yaitu penulis
awam, penjelajah, serta penulis sesuai dengan bidangnya. Penulis yang
berkualitas adalah penulis yang sesuai dengan bidangnya.
Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar