“Bagaimana Menjadi Peneliti Sejarah Matematika” (How To Be Researcher of Mathematics History)

 

Refleksi Kuliah Ketiga Sejarah Matematika

“Bagaimana Menjadi Peneliti Sejarah Matematika”

(How To Be Researcher of Mathematics History)

Oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.

25 Februari 2021

 

Dalam merespon sebuah data terdapat bebrapa tingkatan. Tingkatan yang paling rendah adalan kuantitatif, mengenai banyaknya, besar, panjang, rata-rata, dan sebagainya. Tingkatana selanjutnya adalah kualitatif, yang meliputi kuantitatif ditambah intuisi dan presepsi.  Kemudian tingkatan diatasnya adalah membangun (to construct). Dan tingkatan paling atas adalah spiritualitas

Sejarah matematika merupakan ilmu yang tersusun atas pemikiran dan pengalaman hidup. Dalam memperlajari sejarah seseorang harus mencari bukti primer dan sekunder, lalu mengkritisi. Selanjutnya adalah menyusun, mengumpulkan, membangun, dan menerbitkan dari suber-sumber yang diperoleh. Sumber-sumber sejarah tersebut berkembang dan meruncing sehingga diperoleh apa yang dibutuhkan.

 Teori Phenomenology dari Husserl. Teori tersebut menyatakan bahwa untuk menjadi sejarawan matematika harus mempunyai perhatian dan kepedulian khusus terhadap data primer maupun sekunder. Selanjutnya data tersebut dipilih untuk kemudian dikritisi dan diputuskan untuk menjadi sebuah penemuan.

 Dalam logika realistik matematika, untuk memperoleh suatu generalisasi dari sistem matematika diperlukan data primer dan sekunder. Data-data tersebut kemudian dikembangkan menjadi konsep atau model awal . Selanjutnya konsep awal tersebut diinterpertasikan. Selain itu juga diperlukan memandang posisi konsep atau model tersebut dengan data yang lain. Sehingga terbentuklah sebuah konsep matematika yang diciptakan oleh matematikawan hebat.

 Dalam buku Learners Powers in: Fundamental Constructs in Education karangan J. Mason dan S. Johnston-Wilder, menjelaskan bahwa terdapat Kekuatan Matematika yang perlu dikembangkan untuk menciptakan matematikawan. Kekuatan Matematika tersebut adalah pemikiran dan meyakinkan,  mengorganisasi dan mengkasifikasikan, membayangkan dan mengekspresikan atau mengungkapkan, serta fokus dan menyimpulkan.

 Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengkonstruksi sejarah matematika, yaitu menggunakan data yang valid dan sesuai dengan kenyataan, sesuai dengan fakta atau korespondensi, sesuai logika atau koherensi, serta berasal dari data primer maupun sekunder yang bersifat kontinu atau terus-menerus. Mengkonstruksi sejarah menggunakan alat atau metode tertentu, lalu dilakukan penggolongan atau analisis, selanjutnya membuat abstraksi, kemudian mereduksi atau menyederhanakan, dan yang terakhir adalah mempublikasikan kepada masyarakat umum.



Terima kasih.

Ditulis oleh: Wikara Humasta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Novel "Napak Tilas Para Hantu"

Resensi Novel Best Friend Forever karya Khansa Akifah

Resensi Novel Terjemahan "Does My Head Look Big in This?"