"Timeline dan Riset Sejarah Matematika" Refleksi Kuliah Kedua Sejarah Matematika oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Refleksi Kuliah Kedua Sejarah Matematika
“Timeline dan Riset Sejarah Matematika”
Oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
18 Februari 2021
Sejarah dapat
dikatakan timeline. Sejarah pada umumnya pada pembagian waktu akan diberi nama.
1.
Zaman
Batu
Terjadi pada tahun 20000 sebelum masehi.
Pada awalnya manusia menggunakan batu, sehingga dinamakan zaman batu. Bukti adanya
sejarah matematika pada zaman Batu adalah pada tahun 18000 sebelum masehi ditemukannya
artefak Ishango Bone di Afrika.
2.
Zaman
Perunggu
Pada Zaman Perunggu manusia sudah
membuat alat-alat yang berbahan dari perunggu.
Terdapat konsep matematika yang
menyatakan bahwa orang itu perlu menghitung.
Secara sengaja atau tidak sengaja
tercipta sistem pembilang dengan adanya kegiatan menghitung hewan ternak maupun
hasil panen yang dihitung dengan cara memukulkan tongkat.
3.
Zaman
Kuno Klasik atau Classical Antiquity
Pada zaman ini munculah konsep-konsep
matematika. Hal tersebut ditandai dengan adanya para ilmuan yang mulai menemukan
konsep-konsep matematika, seperti Thales, Phytagoras, Plato, Aristotle, Euclid,
dan Archimedes
Pada zaman tersebut Euclides menciptakan
buku Elements yang berisi rangkaian geometri euclides. Selain itu juga terdapat
geometri modern, geometri hiperbolik, geometri eplisoida, dan geometri pelana
kuda. Geometri-geometri tersebut diturunkan oleh Euclides dengan menurunkan
aksioma yang kelima yaitu aksioma kesejajaran. Dua buah garis sejajar ketika
bidangnya datar, tetapi jika bidangnya dilengkungkan seperti pelana kuda garis
yang sejajar ternyata melengkung. Sehingga pada geometri lain garis yang
sejajar belum tentu lurus, karena terantung pada bidangnya.
4. Zaman Pertengahan
Pada zaman ini matematika berkembang di Cina, India, dan Kamboja. Di Cina seorang ilmuan bernama Liu mulai menggunakan bilangan negatif. Selain itu ada seorang ilmuan dari Cina yang bernama Zu Chongzhi yang menghitung nilai Phi secara akurat dan menemukan rumus volume bola. Di India terdapat seorang ilmuan matematika yang bernama Aryabhata yang mendefinisikan fungsi trigonometri serta ilmuan bernama Brahmagupta yang menemukan aturan untuk penjumlahan, pengurangan dan perkalian dengan angka nol dan negatif. Selain itu juga ditemukan artefak Khmer Zero di Kamboja.
5.
Zaman
perjuangan
Pada zaman ini matematika mulai
berkembang di Timur Tengah. Hal tersebut terbukti dengan munculnya beberapa
ilmuan yang berasal dari Timur Tengah seperti Al-Jabr, Fibonacci.
6.
Zaman
pencerahan atau Enlightenment
Pada zaman ini matematika muali
berkembang pesat, terbukti dengan banyaknya ilmuan yang menciptakan berbagai
konsep matematika, seperti Pacsal, Bernoulli, Euler, dan Riemann.
7.
Zaman
modern
Pada zaman modern muncul matematika
modern mengenai persamaan diferensial, dasar-dasar hukum kalkulus, dan
lain-lain. Pada zaman ini muncul ilmuan bernama Hilbert sebagai pencipta
matematika formal yang membahas mengenai matematika matematis dan matematika
formal yang digunakan sampai saat ini.
Dalam mempelajari
sejarah diperlukan sebuah riset. Riset adalah menurunkan atau menggunakan teori
untuk mengungkap fakta, kemudian menjalaskan fakta yang terungkap tersebut
menjadi teori. Riset atau penelitian sejarah adalah prosedur untuk mengamati dimana
peneliti berusaha untuk menguji keaslian dari observasi yang dibuat oleh orang
lain. Untuk melakukan riset diperlukan data. Sumber data yang digunakan dalam
riset sejarah dibagi menjadi dua yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber
data primer seperti artefak, dokumen asli, serta saksi mata langsung, sedangkan
sumber data sekunder seperti data uang diperoleh dari ensiklopedia, jurnal,
internet, maupun media sosial lainnya. Dalam lingkup sejarah contoh sumber data
adalah pikiran para sejarahwan dan artefak.
Tujuan penelitian sejarah:
- Menyusun penelitian secara logis (membuat timeline)
- Mencari dan mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang mendukung satuan data
- Membuat penemuan yang belum ditemukan oleh orang lain
- Menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan sejarah
- Membuat informasi yang bermanfaat ke publik
Langkah-langkah melakukan riset sejarah
- Fokus pada masalah
- Mencari sumber data (primer atau sekunder)
- Mengevaluasi atau menilai satuan data
- Membuat hipotesis
- Membuat laporan mengenai riset tersebut
Terima kasih.
Ditulis oleh: Wikara Humasta
Komentar
Posting Komentar