Refleksi Kuliah Pertama Sejarah Matematika oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Refleksi Kuliah Pertama Sejarah Matematika
Oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
11 Februari 2021
Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap individu. Terdapat tiga
tingkatan dalam mencari ilmu. Tingakatan paling rendah dalam mencari ilmu adalah
mencari ilmu untuk diri sendiri, untuk tingkatan yang kedua adalah mencari ilmu
untuk diri sendiri dan orang lain, dan tingkatan yang paling tertinggi dalam
mencari ilmu adalah mencari ilmu untuk diri sendiri dan disampaikan kepada
masyarakat umum. Terdapat tingkatan kaidah keilmuan, yaitu keilmuan paling
bawah adalah ilmu kuantitatif, lalu diatasnya ilmu pengalaman, diatasnya ilmu
logika/rasio. Pada tingkatan selanjutnya adalah gabungan ilmu pengalaman dan
rasio. Selanjutnya ilmu filsafat, dan ilmu yang paling tinggi adalah ilmu
spiritualisme. Kenaikan tingkat keilmuan bersifat konvergen ke atas dan
divergen ke bawah. Mencari ilmu dapat dilakukan secara formal maupun informal. Mencari
ilmu secara informal dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dari keluarga
maupun lingkungan dan masyarakat sekitar. Sedangkan mencari ilmu secara formal
dimulai dari duduk di bangku TK sampai Perguruan Tinggi.
Dalam Perguruan Tinggi atau perkuliahan terdapat paradigma
perkuliahan. Salah satu paradigma perkuliahan adalah paradigma konstruksi atau paradigma
membangun. Pada perkuliahan dosen sebagai fasilitator dan membantu mahasiswa
dalam perkuliahan sejarah matematika maupun perkuliahanan lainnya.
Sejarah merupakan ilmu yang objektif dimana semua pernyataan
bersifat jujur, sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, mengandung informasi
serta data yang akurat. Namun, tidak dapat dipungkiri terdapat penyelewengan
pada sejarah seperti penggantian tanggal suatu peristiwa penting. Belajar
sejarah harus dilandasi dua hal yaitu spiritualitas dan ikhtiar atau berusaha. Dalam
spiritualitas harus menjaga akuntabilitas atau kepercayaan untuk membuktikan
validitas sehingga dapat dipercaya. Kontekstual sejarah berupa makna sejarah,
metode sejarah, dan aksiologi.
Matematika merupakan ilmu yang memadukan dua hal yaitu pengalaman dan
logika atau rasio. Sejarah matematika merupakan suatu ilmu yang tersusun atas pemikiran
dan pengalaman hidup setiap individu. Sehingga setiap individu nantinya akan
mempunyai hasil karya sejarah matematika. Dari sisi geografis, sejarah
matematika dimulai dari Mesopotamia, lalu Babilonia, kemudian Mesir Kuno,
selanjutnya Yunani Kuno, lalu Kontinental (Eropa Daratan), kemudian Timur
Tengah, lalu India, kemudian Cina, dan terakhir Jepang. Ide atau gagasan
sejarah matematika dimulai dari kepercayaan bahwa matematika dipandang sebagai
mitos. Pada tahap selanjutnya matematika mengalami perkembangan yaitu dengan munculnya
pembuktian-pembuktian. Setelah itu muncul berbagai aksioma maupun teorema atau
biasa disebut dengan Matematika Euclides. Gagasan sejarah matematika
selanjutnya adalah geometri modern dan yang terakhir adalah Matematika karya Hilberthian yaitu matematika aksiomatis dan matematika formal yang digunakan
sampai saat ini.
Terima kasih.
Ditulis oleh
Wikara Humasta
Komentar
Posting Komentar